Minggu, 12 April 2020

Belajar di era corovirus 2019


BELAJAR DI ERA COROVIRUS 2019
Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd


Menjadi ASN ditahun 2009 dengan Pendidikan Diploma dua (D2) Penjaskes Universitas Tadulako Palu pada tahun 2011 melanjutkan pendidikan S1 jurusan Pendidikan kepelatihan olahraga universitas Manado dan lulus tahun 2013. Merasakan jadi guru sebagai honorer pada madrasah ibtidaiya negeri tanobonunungan saat ini berubah nama menjadi MIN Banggai Laut pada tahun 2006 setelah lulus dari D2 tahun 2005. Terangkat sebagai ASN dan tugas di SDN Inpres 3 Kalumabatan Kabupaten Banggai Kepulauan kurang lebih 2 tahun melaksanakan tugas saya mutasi ke SDN Inpres Dodung Kec. Banggai Kabupaten Banggai Laut, merasakan perjalan sebagai guru membuat saya berfikir jauh kedepan akan dimana masa suatu saat akan mengalami perubahan, dimana masa itu telah memaksakan kita untuk melepaskan diri dari yang tidak biasa menjadikan kita berusaha untuk melasanakan tugas dan kewajiban kita sebagai pendidik tidak terkecuali saya adalah bagian dari perubahan itu memaksa untuk bekerja dari rumah namun lain halnya dengan yang saya rasakan maklum saya belum ada wa-fi dirumah untuk bisa terhubung dengan internet ya harus kesekolah memaksakan diri saya juga sebagai operato sekolah yang selalu update data siswa singkron dapodik dengan selalu waspada sebagai mana yang telah di himbaukan oleh pemerintah dengan selalu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan pola hidup sehat.

Diera digital sekarang ini menjadikan saya terus berfikir dan merasa apakah dengan bidang studi yang saya emban itu bisa dilakukan dengan mode daring, yang selama ini dilakukan dengan tatap muka atau praktek langsung mengajarkan anak bagaimana tehnik menendang bola dengan mengunakan punggung kaki, bagaimana cara mempasing bola atas, bagaimana cara melakukan star jongkok  masih banyak lagi permainan yang membutuhkan praktek . namun itu bukan suatu penghalang untuk terus berusaha dalam mmelaksanakan tugas sebagai guru, memang ada pembelajaran yang tidak perlu di lapangan, namun di dalam kelas.

Pola hidup sehat adalah materi yang saya berikan kepada siswa untuk dapat melaksanakan dalam praktek kehidupan sehari-hari baik dirumah maupun dilingkungan tempat tinggal masing-masing. Pembelajaran mode daring bagi saya itu adalah pembelajarn paling tepat untuk dilaksanakan dalam suasana penyebaran covid-19. Tentangan saya adalah tidak adanya alat komunikasi HP bagi siswa sehingga sekolah melaksanakan pola jemput atau berkunjung dor to dor dari rumah ke rumah dengan selalu memperhatikan jarak . kehidupan siswa saya mayoritas berpenghasilan rendah sehingga ini yang menjadi kendala kita di dalam mengakses atas ketertinggalan ini di bidang informatika dan komunikasih. Pendekatan secara langsung adalah cara paling tepat bagaiman kami melakukan kunjungan kerumah siswa . yang sangat menarik ketikan melakukan kunjungan :
Pak guru     ; Assalamualaikum
Ibu Darman ;  waalaikum salam , ehh Pak guru, mari masuk, silakan duduk pak;
Pak guru       ; iya bu;
Ibu Darman ; maaf pak darmanya tadi dari jam 6 pagi ada jual ikan maklum pak, papanya darman kan nelayan baru papanya juga ni sakit-sakit, ikan yang dijual itu dari kapal  yang kasih ke darman karena dia bantu bongkar ikan untuk di es (pembekuan).
Pak guru      ;  iya nda apa-apa bu yang jelas darman sama keluarga ibu bapak sehat-sehat. Ini bu ada tugas nanti dibantu untuk bisa di kerjakan biar nanti pak guru yang jemput pekerjaannya, ya bu.
Ibu Darman    ;            iya pak makasih suda merepotkan bapak guru
Pak guru      ;   ini suda tugas saya bu memastikan anak-anak menadapatkan bimbingan belajar baik dari guru maupun orang tua
Pak guru     ; saya pamit ya bu, Assalamu alaikum ...

Sangat mengharukan atas apa yang saya jumpai selama vandemi covid-19, pada saat pulang ketemu dengan para siswaku yang sedang jualan ikan hati ini sedih melihat mereka, sang anak pun menyapa “Assalamua alaikum pak “ waalaikum salam nak jawabku , kumu jual ikan ‘ iya pak jawab anak ‘ kamu belajar ya , pinta saya ‘ iya pak jawab anak tersebut, anak itu pun pergi dengan menyusuri jalan yang panjang dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya “ikan - ikan” dengan harapan orang-orang dapat mendengar suaranya dan memangilnya untuk membeli ikan yang dijualnya. Ini adalah perjalan hidup para siswaku yang tinggal di pingiran pantai kampung buton kelurahan dodung.
Lain halnya lagi dengan para siswaku yang orang tua mereka adalah petani pada saat vandemi covid-19 mereka pada tinggal di kebun adalah cara mengisolasi diri secara mandiri yang jauh dari keramaian membuat kita guru tidak bisa berbuat apa-apa dan inilah tantangan yang sangat berat dalam mengahapi keberadaan siswa dan keluarga mereka namun ini bukan suatu keterbatasan bagi kami guru untuk terus berusaha mencari mereka baik dipegunungan, maupun dikebun mereka,  guru dengan segala kempuan yang ada dengan cara mengirimkan tugas anak-anak ke orang lain untuk disampaikan agar tugas dari bapak dan ibu yang dikim ini bisa dikerjakan dan jika suda selesai tugasnya bisa di kirim langsung pada orang yang mereka kenal serta mengel gurunya, itulah bentuk kerja keras kami sebagai guru yang serba keterbatasan dengan alat komunukasih serta jaringan internet yang tidak mendukung.

Sebuah inspirasi yang luar biasa bagi saya adalah kerja keras teman –teman guru SDN Inpres Dodung yang dengan sigap mereka melakukan kunjungan tanpa merasa terbebani luar biasa ini dilakukan demi memastikan bahwa belajar itu adalah hal utama yang harus diberikan kepada seswa kami.  Menapaki jalanan berlumpur untuk menemui siswa mereka, adalah bentuk kepedulian akan jeripaya guru dalam mengemban tugas yang mulia ini. Dengan harapan segera berakhir wabah yang sangat menakutkan ini covid-19.

Suasana mencekam membuat renungan hati menulusuri pandangan yang jauh menatap akan kegundahan memaksa harus terus bekerja, tidak kerja makan apa, mau kerja, kerja apa inilah yang sering terngiang-ngiang disetip sudut ruang memancarkan kegelisan sanak saudara, tetanga, perubahan tatanan kehidupan membuat dirasakan seantero dunia merasuki jiwa-jiwa pekerja namun apa dikata wabah telah merengut juataan nyawa manusia apakah ini sebuah teguran ataukah ini sebuah balasan akan apa yang suda kita lakukan yang dapat bermanfaat untuk orang lain, sebuah pertanyaan yang harus kita renungkan untuk segerah kita berbenah diri semua yang bernyawa pasti kembali kepada sang khalik pencipta alam semesta.

Menjadi guru sekaligus oprator sekolah dapodik adalah sebuah tanggung jawab yang besar selain memastikan bahwa semua siswa dapat belajar atau tidak, sebuah kesyukuran sekolah saya memiliki tiga orang guru PJOK termasuk dengan saya inilah yang menjadikan saya tetap tegar yang dibantu oleh dua orang teman guru PJOK untuk bersinergi dalam melaksanakan pelayanan pembelajaran, dengan mengikuti prosedur yang telah diberlakuakan baik daerah maupun aturan sekolah tentang tata cara  belajar kunjungan.

Belajar mode daring dengan segala keterbatasan tidak dapat terlaksana namun sebagai guru saya telah merasakan betapa senangnya, dapat melakun belajar online pada tanggal 07 april 2020 PB PGRI melakukan Konprensi Kerja online via aplikasi zoom saya telah merasakan betapa pentingnya kita memiliki perangkat yang dapat menghubungkan dari berpagai penjuruh, sebuah paradigma baru yang mestinya terus kita dorong pemerintah untuk dapat mendorong setiap guru untuk dapat terus berinovasi, memang sejak sebelum virus covid-19 melanda dunia telah di sampaikan bahwa guru tidak boleh gaptek (gagap teknologi) ini lah tantangan kita sabagai guru untuk terus berkarya memaksakan diri untuk memnguasi IT (teknologi dan niformasi) kita tidak bisa terjebak dalam kepakuman masa bodo akan perkembangan tenologi guru harus bangkit dari ketidak tahuan akan perkembangan revolusi industri saat ini kita telah memasuki erah digitalisasi industri 4.0 dimana semua telah di rancang dengan memgunakan robot, contoh kongkrit sebelum ada aplikasi dapodik jumlah siswa dan guru dilaporkan kedinas dalam bentuk surat namu saat ini jika ingin mengetahui berapa jumlah guru, siswa dan sarana gedung setiap sekolah dinas tidak perlu menta kesekolah, namun cukup buka dilaman http://dapodikdasmen.co.id kita suda dapat mengetahui apa yang kita butuhkan apakah itu siswa, guru atau sarana dan prasarana.  Covid-19 telah menjadikan kita utuk segerah beradaptasi untuk sebuah perubahan besar dalam paradigma pendidikan sebagai guru dalam merancang pembelajaran baik jarak jauh maupun di dalam kelas, yang dapat menyenangkan serta memotifasi peserta didik dalam mengahapi hidup diera digitalisasaini siswa suda diajak untuk dapat memahami dan mengetahui pase – pase perubahan indstrialisasi dari zaman ke zaman percepatan informasi dan pengetahuan tentang era digitalisasi mestinya suda ditanamkan sejak usia dini sehinga mereka tidak akan ketingalan dalam berinteraksi baik dari sosial, ekonomi dan budaya.

Peradaban era digital menjadikan kita lebih kuat baik dari sosial bayangkan dari daerah satu dengan daera lain mampu saling mengel apaka itu wathsapp atau facebook, twiter, intstagram dan lain-lain inilah jebatan penghubung silaturahmi walaupun kita tidak ketemu secara lansung tetapi kita berkomunikasi secara langsung apakah itu suara atau vidio coll, lewat pertemanan ini ekonomi bisa dijalankan pertukaran informasi budaya pun dapat di ketahui.

 Pernah dialog dengan kepala sekolah nama beliau adalah ibu Honio Mahiwa, A.Ma.Pd awalnya ibu ini adalah guru PJOK yang ketika saya masuk di sekolah ini beliau sudah jadi kepala sekolah, orangnya menarik, inpiratif, tanggung jawab, pekerja keras dan mampu melindungi guru nya yang lagi bermasalah baik itu urusan keluarga maupun urusan dinas. Ibu onio panggilan akrab bagi kami guru yang punya talenta walaupun dilaihat dari kwalifikasi akademik beliau adalah alaumni PGO poso pendidikan guru olahraga yang kemudian mendapat beasiswa dari pemerintah melanjutkan pendidikan Diploma dua di universitas terbuka jurusan pendidikan guru Penjaskes SD, pengembangan pendidikan adalah misi utama beliau baik dari sisi imprastruktur  berupa bangunan dan pembelajaran agar para siswa belajar dengan nyaman apalagi sekolah kami yang jika pada musim hujan mengalami kebanjiran kelas, kantor masuk air ini menjadi tantangan bagi beliau untuk mengantisipasi agar ketikan beliau pensiun nanti meningalkan gedung yang baik hal ini terbukti dangan dibangunnya enam ruang belajar baru merupakan jasa beliau dalam mengusulkan agar di bangunkan ruang belajar baru dapat terlaksana.
Pada suatu ketika terjadi dialog saya dengan ibu kepala sekolah kurang lebih seminggu kemudian sekolah suda diliburkan,  jika nanti dalam mengahadpi waba virus corona ini kalau libur kita bole kerja dirumah dengan mengunakan aplikasi vidio online,
kata saya ; ini nanti kalau libur nanti kita boleh pake alikasi vidio ibu kepala sekolah
kepala sekolah ibu oni : oh iya itu pak nanti besok saya bawa leptop bapak ajarkan
saya : iya bu itu nanti kita downlod dulu  tapi itu pake koneksi internet
Kepala Sekolah ibu oni : oh. Iya memang sekarang ini so butuh jaringan semua yang mau kita kerjaknan tidak ada lagi yang manual semua so online,
Saya : ibu yuni “teman sejawat bagian  TU”
Ibu yuni  : iya pak
Saya    : itu leptonya sekolah ada baik semua
Ibu yuni  : iya pak
Saya :  nanti besok kita sama-sama instal itu leptop agar semua bisa di gunakan untuk komunikasi daring.
Ibu yuni  : iya pak semua leptop itu ada baik pak biar jaga yang sama pak gabriel pegang masih baik pak
Saya : oke bu ...
Pembicaran pun berakhir.
Itulah bentuk komunikasi yang dengan penuh keceriaan dan pengharapan kepada guru-gurunya untuk lebih kreatif dalam melakukan perubahan pembelajaran yang jika kita dalam kesulitan seperti saat ini dalam menhadapi waba virus covid-19. Peran guru dalam vandemi saat ini memang dibutuhkan guna keberlansungan pembelajaran bagi anak didik kita sebagai upaya dalam menuntaskan mata rantai penyebaran virus corona adalah dengan belajar dirumah namun guru tidak boleh putus komunikasi. Belajar online adalah solusi yang tepat namun dengan kendalah kami di daerah perpencil tidak bole putus asa dengan keterbatasan yang akhirnya pembelajaran tidak berjalan, upaya maksimal ditempuh dengan melakukan pembelajaran lansung artinyan guru harus menemui siswanya guna memastikan pembelajaran tetap berjalan. Memang ini adalah resiko bagi guru dilain sisi demi menghindari kontak langsung namun semua itu ada batasan yang dilakukan untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Peradaban baru telah kita temukan untuk pendikan dalam mengapai indonesia emas cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara ada dipundak guru yang beradab dan berkarakter untuk membimbing putra-putri tercintah cahaya masa depan bangsa ada di tangan generasi milenial saatnya guru pun harus milenial kita tidak boleh lagi ketinggalan informasi di bidang pendidikan. Kata bapak yusuf kalla mantan wakil presiden :
“jika kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi, kalau bukan sekarang “
Filosofi yang sangat luar biasa ajakan kita untuk terus bekerja dan berkarya untuk negeri ini anak didik kita menanti kita didepan kelas menunggu bukan pelajaran apa yang akan merka terimah namun model apalagi yang akan kita dapat agar dengan muda semua peleajaran yang disampaikan dengan cepat meraka pahami dan mengerti sehingga ketika mereka dewasa kelak dapat memahami arti kehidupan diluar nanti dengan kemampuan keterampilan dan skil dalam menerapkan pada kehidupan sehari – hari, serta bermanfaat bagi orang lain.

BIO DATA

NAMA                :        SUDIARTO PANDIS, S.Pd
TTL                     :        Lambako, 28 Agustus 1981
No. HP                 :        0852 9830 7132
Tempat mengajar         :         SDN Inpres Dodung kec. Banggai Kab. Banggai Prov. Sulteng
Email                   :        sudiartopandis47@gmail.com
Blog                     :        sudiartopandis.blogspot.com

9 komentar:

Resume

SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020

SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020 Oleh : Sudiarto Pandis Kebijakan pemerintah tentang tahun ajar baru tetap pada bulan juli 2...