Senin, 15 Juni 2020

SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020


SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020

Oleh : Sudiarto Pandis

Kebijakan pemerintah tentang tahun ajar baru tetap pada bulan juli 2020  ini berarti tidak ada perubahan atau pergeseran pada tahun pelajaran yang banyak menuai permasalahan dan mengingnkan agar tahun pelajaran disesuaikan dengan tahun berjalan. Tahun pelajaran 2020-2021 yang merupakan tahun dimana model pembalajaran berubah total baik dari segi struktur maupan meandset pembelajaran.

Perubahan pola belajar telah mendorong kemampuan guru dalam beradptasi dengan model pembelajaran dari tatap muka  menuju pembelajan daring (online)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka di wilayah yang berstatus zona hijau atau zona aman penyebaran virus corona (Covid-19) pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Nadiem merinci jumlah peserta didik di tingkat pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah di zona hijau penyebaran corona hanya berkisar 6 persen dari total peserta didik.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200615172827-20-513552/nadiem-putuskan-buka-kembali-sekolah-di-zona-hijau?


Restriksi pertama, sekolah harus mengurangi jumlah siswa dalam satu kelas. Saat sekolah dibuka, Nadiem membatasi jumlah siswa 18 orang per kelas.

Artinya jumlah siswa dipangkas setengahnya. Pada keadaan normal jumlah rata-rata siswa bisa 28 sampai 30 orang per kelas. Otomatis, sekolah harus menerapkan pembelajaran dengan sif atau pembagian jadwal masuk.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200615204304-20-513612/sekolah-dibuka-satu-kelas-isi-18-siswa-dilarang-ke-kantin

 Sudiarto Pandis

Jumat, 05 Juni 2020

KELAS MAYA ALA OMJAY PEMBAWA PERUBAHAN



Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd

Jangan pernah melupakan sejarah (Ir. Sukarno) itulah pidato sang Proklamator kemerdekaan Indonesia Presiden pertama Republik Indonesia, belajar bersama kelas menulis gelombang 8 yang dibimbung langsung oleh Bapak Wijaya kusuma,M.Pd yang sering disapa omjay sang guru bloger indonesia yang sangat berpegalaman, seorang penulis dan pematri di berbagai kegiatan guru dari sabang sampai marauke. Banyak hal yang telah beliau berikan lewat kelas maya via grup whatsaap mengirimkan bebagai jadwal pelajaran dan para pemati ternama dosen guru besar bahkan pimpianan penerbit buku ternama Andi yogyakarta serta para penulis ternama sebut saja Bapak Dr. Uswadin yang banyak memberikan masukan dalam hal bagaimana menulis dan menulis setiap hari. Tak di duga omjay mengirim ke email peserta yang mendapat kejutan berupa hadia buku dari penerbit andi yang luar biasa



Sumber : Documentasi pribadi https://sudiartopandis.blogspot.com/p/kejutan-penerbit-andi-yogyakarta.html

Tantangan demi tantangan dalam belajar berama omjay setiap peserta setelah mengikuti materi langsung di beri tugas membuat resume dari setiap materi yang diterima tiada hari tanpa materi dan resume.
Saya bergabung dengan kelas belajar menulis gelombang 8 ini  tanggal 8 april 2020 saat mengikuti tantangan pertama adalah membuat blog dalam di internet sebuah tugas yang sulit, memang perna 2013 saat menyelesaikan studi S1 di Universitas Negeri Manado perna membuat blog namaun sudah lupa karena saat itu di bantu teman membuatkan blog. Setelah mendapat tugas tersebut langsung buka tutorial membuat blog di email ternyata muda juga ya mengunakan blog gratisan hehehe.
Pada saat ada blog maka yang diposkan pertama adalah  keluarga besarku
https://sudiartopandis.blogspot.com/2020/04/keluarga-besar-ku.html

tulisan perdana yang dimuat pada blog baru  yang menceritakan bagaimana bentuk kerukunan dan persaudaraan yang di bangun di sekolah tempat saya mengajar melalui permaianan sebagai guru penjaskes memang mengutamakan permainan yang menarik dan diminati untuk proses belajar mengajar serta membuat suasana sekolah semakin nyaman untuk membimbing siswa yang menjadi teladan untuk di gugu menjadi panutan

Sumber : Dokumentsi pribadi

Dari belajar menulis membuat saya lebih percaya pada kemampuan sendiri dalam menuliskan setiap apa yang terjadi sehingga para teman-teman merasa bahwa ada sebuah perubahan dari tindakan setiap gerak dan aktifitasa saya pada setiap harinya bahkan ada yang mengira bahwa saya sementara melanjutkan studi paska sarjana sebuah petanyaan yang membuat saya tersenyum dan tertawa, sambut saya dengan tersenyum saya ada lagi ni gabung pada gurp whatsaap kelas menulis mungkin ini adalah kelas yang bisa membawa saya pada sebuah perubaha tatanan dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi dalam profesi saya sebagai pendidik dengan satu tujuan yaitu bisa membuat karya tulis dan menjadi penulis yang setiap tulisannya renya untuk dibaca.

Bergabung dengan kelas bimbingan omjay banyak pengalaman yang membuat saya semakin lebih memahami tentang virtual dalam belajar seketika dunia dilanda pandemi covid-19 PB PGRI melaksanakan Rakornas virtual mengunakan aplikasi zoom, teman-teman PGRI Kab.ingin mengikuti konfrensi tersebut saya langsung mendaftarkan diri dengan mengajak sekretaris PGRI kabupaten Banggai Laut untuk dapat memfasilitasi pendaftaran tersebut Alhamdulillah pendaftran pun selesai dan saya daftarkan email untuk dikirimkan link dan faswordnya. 

                                                    



Dalam menunggu pelaksanaan Rakornas virtual PB PGRI tersebut saya pun mendouwnlod aplikasi zoom serta mencomba membagikan link dan pasword ke grup PGRI kabupaten Banggai Laut ternyata ada teman yang lansung respon yaitu pak Alexander Agung, S.Pd beliau adalah seorang kepala sekolah pada SMP satu atap Bokan kepulauan saat itu juga belau langsung hubungi saya gimana cara mengunakannya saya pun langsung menyarankan beliau untuk segera buka aplikasi zoom dan mengunakan pasword yang dikirim alhamdulillah dapat terhubung kami pun berkomunikasi virtual itulah awal dari mengunakan media zoom untuk berkominikasi secara virtual 04 april 2020 itulah awal dari mengunakan aplikasi zoom dengan sesama tema guru Bapak Alexander Agung.



Sumber : https://web.facebook.com/search/str/alexander+agung

Pada tanggal 10 april 2020 Saat mengikuti kelas belajar menulis bersama omjay mengirim pelaksanaan workshop PGRI bali beliau diundang sebagai salah satu pemateri dengan tanpa ragu saya mencoba masuk pada tautan yang omjay kirim langsung menyaksikan serta mengikuti kegiatan PGRI Bali yang live mengunakan aplikasi Cisco Webex


                                                 Sumber : Dokumen pribadi https://sudiartopandis.blogspot.com/2020/04/mengikuti-worskhop-online-pgri-prov.html 

Revolusi industri 4.0 telah membawa pada perubahan yang sangat besar di bidang pendidikan ketika dilaksanakan Rakornas virtual PB PGRI merupakan pembangunan sumberdaya guru yang tidak bisa melek degan IT sebagai roda pembaharuan dalam dunia pendidikan apalagi di tengah pembelajaran jarak jauh serta belajar dari rumah ke rumah bagi daerah yang tidak memiliki akses jaringan internet.

Pelajaran berharga bersama kelas maya omjay setiap resume dikerjakan namun yang sangat menarik adalah bagaimana mengunakan berbagai aplikasi diantaranya cara membuat daftar hadir saat itu omjay mempersilakan pada salah satu peserta untuk membuat absen kelas, tidak ada satu peserta pun yang langsung membuat tiba-tiba Mr. Bams langsung mengirimkan absen yang segera di isi oleh peserta, dalam kelas menulis bersama omjay memang saya adalah peserta yang tidak begitu aktif dalam bertanya maupun menuliskan dalam setiap percakapan namun dibalik itu selalu menyimak setiap ada pertanyaan dari teman kalau pun diangap sebagai peserta yang hanya diam melulu perna bertanya namun ketika di jawab sang pemateri menjawab bahawa pertanyaan tersebut beliau tidak mengerti mungkin pertanyaan itu tidak begitu mengenai tentang bagaimana menulis yang gaya sindiran artinya sebenarnya ingin berterus terang tentang apa yang diinginkan untuk dituliskan tetapi khuwatir jangan sampai kita menyebutkan apalagi menyangkut nama dan jabatan yang mau ditulis tersebut bisa mengarah pada pencemaran nama baik dan bisa saja sang penulis di tuntut secara hukum. Itulah maksud dari apa yang ingin di tanyakan, tetapi saya sadar akan apa akan dilakukan oleh setiap penulis apakah gaya kritik dalam bentuk tulisan opini atau menulis di surat kabar.

Pada saat mengikuti Rakornas virtul PB PGRI pada tanggal 07 April 2020 langsung di undang dalam grup rakornas virtual PB PGRI omjay mengirim tautang undangan grup whatsaap kelas belajar menulis tanpa pikir panjang langsung diklik dan tergabunglah di grup omjay yang saat itu telah melakukan pembelajar suda memasuki perjalan pembelajaran yang artinya grup tersebut telah melakukan pembelajaran mungkin semingu atau dua tiga minggu lalu yang berarti saya adalah pendatang baru yang banyak tertinggal mata pelajaran namun dengan segala keterbatasan serta dorongan dari omjay terus memberikan dukungan dan suport untuk tidak perlu memikirkan dengan materi yang tidak diikuti tetapi ikuti saja apa yang sedang berlangsung saat ini dan yang akan datang.

Kebaikan omjay pada saat bergabung di kelas belajar menulis, pada suatu malam omjay tiba-tiba langsung telpon saat itu pukul 23.00 wita suda mau tidur dan isterahat, baru selesai buat resume langsung dikirim ke email omjay. Henpon berdering ehh langsung liat ternyata Omjay yang memangil saat itu saya hampir binggung ada apa ya ko omjay telpon saat itu omjay langsung menyapa dan memberikan salam saya pun menyabut salam omjay terjadilah dialog yang asik dan inspirasi artinya orang yang belum saya kenal dengan penuh kerendahan serta penuh wibawah memberikan saran dan menayakan alamat dan tempat tugas serta guru mata pelajaran apa ? saya pun mejawab apa yang ditanyakan oleh omjay diataranya bahwa saya adalah sebagai guru yang mengampu mata pelajaran penjaskes guru sekolah dasar. Banyak hal yang telah disamapaikan lewat komunikasi tersebut yang tidak tersampaikan lewat whatsapp tetapi lebih detail pada saat komunikasi lansung tersebut membuat saya lebih temotifasi dalam memahami apa yang omjay sampaikan lewat telpon lansung tersebut.

Ketikan menerima materi bagaimana menjadi penulis sekaligus youtuber saya pun mencoba dengan membuat chennal youtube sudiartopandis semua di buat dengan otodidak bagaiman membuat vidio bisa langsung di kunjungi pada tautan URL dibawah ini

§  https://www.youtube.com/watch?v=e1uoxqe4djY&t=49s

§  https://www.youtube.com/watch?v=9efwTCUmjco

§  https://www.youtube.com/watch?v=wywkUCJnA_w&t=74s

Restorasi dalam dunia pendidikan serta peran guru yang saat ini telah mengalami pergeseran dalam tatanan pendidikan guru tidak bisa lagi terpokus pada kondisi yang serba keterbatasan namun di butuhkan sebua paradigma baru dalam melaksanakan pembelajaran yang berkelanjutan ketika mengikuti webinar PGRI yang dilaksanakan dari tanggal 02 Mei sampai dengan 20 Mei 2020 telah membuka cakrawala berfikir bagi seorang guru baik sebagai pendidik yang penuh dengan inovasi serta sebagai penulis yang menjadikan bagi setiap guru untuk segerah melakukan lompatan yang sangat jauh apakah kita harus berdiam ditengah situasi dan kodisi saat ini yang serba ketidak pastian, guru menulis adalah adalah jawaban dari semua persolaan yang harus segera dilakukan untuk bisa kita melakuan lompatan tersebut.



Minggu, 24 Mei 2020

CATATAN IDUL FITRI DI RUMAH AJA

CATATAN  IDUL FITRI DI RUMAH AJA

1 Sawal 1441 H / 24 Mei 2020 IDUL FITRI DI RUMAH

Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd

Perjalanan panjang seorang hamba yang tak perna terbayangkan bahwa harus siap dalam situasi yang sangat memprihatinkan dengan mengikuti protokoler kesehatan dan anjuran pemerintah dengan selalu menjaga jarak serta beribadah dirumah. Momen kali ini adalah luar biasa bagi seorang hamba yang tanpa ragu serta penuh dengan ihlas apa yang di kerjakan semoga di nilai sebagai ibadah dihadapan Allah SWT.

Mendidik menjadikan seseorang untuk bisa mengambil suatu keputusan dalam lingkungan keluarga dengan memperhatikan kemampuan akan sebuah itikad murni yang tidak didasari atas kepentingan sebuah demokratisasi yang telah di bangun dalam keluarga sejatinya rumahku surgaku. Menjadikan pelajaran bagi kita untuk terus belajar pendidikan agama yang telah membawah kita pada perubahan tatanan kehidupan dari segi sosial, ekonomi, budaya serta pelaksanaan pengabdian pada sang khalik sang pencipta alam semesta.

Shalat Idul fitri kali ini dilaksanakan dirumah, sebagai daerah yang masih kategori zona kuning yang sesuai dengan pengamatan dan analisis yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmia bahwa dengan berkumpul melibatkan banyak orang kita bisa amaan dari virus yang mematikan ini ? menjadikan kita penuh dengan waspada untuk dapat mengikuti serta ketentuan dari pemerintah tetap menganjurkan untuk tetap ibadah dirumah namun lagi-lagi pelaksanaan shalat Idul Fitri beberapa mesjid tetap membuka pelaksanaan dengan memperhatikan tata cara protokoler kesehatan. Kesadaran akan manfaat dan mudaratnya mestinya jadi pertimbangan kita untuk terus mawas diri.

Sebagai seorang suami yang telah menjadi tanggung jawabnya telah membuat suatu keputusan untuk tetap shalat idul fitri dirumah dengan keluarga kecil adalah sebuah kebahagiaan bercampur haru menyaksikan situasi dan kondisi yang sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan suatu haran dan do’a semoga wabah covid-19 ini akan berakhir.

Takbiran dirumah membuat suasana hati semakin dekat dengan sang pencipta mengetarkan jiwa-jiwa yang tenang menusuk kalbu yang haus akan kalam ilahi merajut tali silturami membawa pada suasana kepedihan uraian air mata tak terbendung mengingat pada sanak saudara yang jauh dari kampung halaman orang tua yang terpisa antara jarak mertua yang telah menghadap sang pencipta, keheningan suasana rintihan air mata membuat keluarga ini bersedih dibawah bayang-bayang kegembiraan akan kemenangan dalam petarungan selama sebulan penuh meyelesaikan suatu ujian antara menahan lapar, haus dan sahwat batiniah menjadikan kita semakin dekat pada sang pencipta Allah SWT.

Pengakuan atas identitas yang siap melaksanakan segalah perintahNya dan menjauhi segala laranganNya mulai menampakan kesetiap sudut yang penuh dengan kegelisahan akan kesangupan menjalankan titah sang pencipta. Takbir, tahmid berkumandang seantero jakat raya mengagungkan kebesaran Allah Swt. Silaturahmi secara virtual demi manjaga jarak atara sanak saudara pun harus dilakukan anjuran dari kementerian agama, namun lain halnya dengan kami yang masih dapat berkunjung ke rumah orang tua dan sanak saudara yang masih dalam satu wilayah ini disebabkan karena wilayah kabupaten Banggai Laut provinsi sulawesi tengah masuk zona kuning atau status waspada artinya warga daerah tersebut masih bisa bekomunikasi tetapi perlu menjaga jarak serta tidak perlu belama-lama dalam setiap berkunjung.

Pelaksanaan silaturahim yang penuh dengan kewaspadaan dan kehati-hatian perlu di terapkan guna mencega atas apa yang telah terjadi saat ini. Idul fitri 1441 Hijriah 2020 masehi tepatnya tanggal 24 mei 2020 merupan momen bersejarah dalam perjalan sejarah manusia yang dilanda pandemi covid-19 merupakan bagian intropeksi diri dalam setiap langka umat manusia agar tetap istiqomah dalam melaksanakan segala aktivitas kehidupan sehari-hari.

SUDIARTO PANDIS, S.Pd & NURYANI S. LAMIADA, S.Pd.I

MENGUCAPKAN

SELAMAT IDUL FITRI 1441 H.  MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

“ TAKABALAULLAHU MINKUM MINA WAMINKUM TAKABALAULLAHU YA KARIM “

 

Banggai Laut Sulawesi Tengah 24 MEI 2020


Minggu, 17 Mei 2020

PERAN SEKOLAH DALAM PEMENUHAN MUTU


Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd

 

Pengaruh pendidikan disebabkan dari faktor eksternal dan internal sehingga semua jenjang pendidikan sangatlah menetukan arah kebijakan yang sesuai SNP, (Standar Nasional Pendidikan) merujuk pada standar nasional pendidikan harus satuan pendidikan segera berbenah diri dengan melakukan evaluasi diri (EDS). 8 standar pendidikan seyogyanya harus terpenuhi guna melakukan fitbed terhadap rencana kerja sekolah yang dituangkan dalam RKJP dan RKJM.

Stetmen akan kemampuan guru yang diragukan pada dasarnya hanyalah ketakutan semata dalam menungkan segala ide dan gagasan pembelajaran yang berbasis teknologi artinya semua komponen yang ada telah bersatu padu menngkontruksikan gagasan baru dalam pola pembelajaran. Menelisik kemampuan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya fasilitas sangatlah sukar untuk dilaksanakan, namun jika kita berdasarkan masyarakat maka pendidikan ini akan jalan di tempat serta pola edukasi yang tak perna mengalami perubahan, dinamika pola pembelajaran yang telah memasuki era industri 4.0 membawa kita harus terus berbenah diri untuk memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan. Latar belakang ketika seorang guru telah memenuhi kriteria profesional manakalah telah disertifikasi namun itu adalah analog lama yang mestinya itu harus dilakukan evaluasi tingkat kemampuan seorang guru profesional dalam  mengelola kelas sebagai tolak ukur akan kemampuan yang tak diragukan.

Revolusi industri 4.0 pada bidang pendidikan telah meruban meandset pola pembelajaran monoton yang sebagai sumber ilmu berasal dari guru serta ruang lingkup kelas adalah sebuah bangunan yang setiap harinya mereka tempati untuk bertatap muka antara guru dan siswa.  Belajar sepanjang hayat telah membawa kita pada perubahan besar dimana sumber ilmu itu selain dari guru tetapi internet adalah sumber pengetahuan yang didalamnya tesimpan berbagai ilmu pengetahuan, ruang kelas pun telah membumi di dunia maya dengan terdapatnya kelas daring baik siswa maupun guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai guru.

Webiner yang digagas oleh PB PGRI adalah bukti nyata bahwa pendidikan indonesia harus segera berinovasi di bidang teknologi dengan berbasis pembelajaran jarak jauh yang telah dipengaruhi wabah global, setidaknya kita telah mengkolaborasikan pembelajaran tatap muka secara viswal adalah bukti kemampuan tenaga pendidik dalam menerapkan kemandiran dalam pembelajaran yang terintegrasi dengan it. Guru adalah sosok inteltual inovasi yang secara terus-menerus mengembangkan kemampuannya  di bidang pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas PTK atau riset pengetahuan yang bekisenambungan sehingga segala keterbelakangan dapat teratasi. Peren inilah yang seyogyanyan menjadi perhatian penting untuk di topang sebagai agen pembahauruan di bidang pendidikan sehingga setiap satuan pendidikan dapat memenuhi standar pendidikan nasional.

Sudiarto Pandis

Senin, 04 Mei 2020

7 Tips Mengajar dari Mas Menteri [Hardiknas 2020]

Cara Menjadi Penulis


Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd





Cara Menjadi Penulis

Mulailah Menulis

Pilih tema tulisan dan cara Anda akan memaparkannya

Rajinlah Membaca

Pertajam wawasan dan penguasaan materi Anda, termasuk teknik

Terus Motivasi Diri

Yakinkan diri Anda untuk mampu menyelesaikan tulisan 

Selesaikan Tulisan Anda

Rapikan karya Anda agar siap untuk diulas dan diterbitkan


Naskah adalah hasil karya yang menjadi tanggung jawab penulis dalam penerbitan sebuah buku. Seluruh kebutuhan naskah (gambar, foto, infografis, dll.) diatur oleh editor sebagai pengawal naskah, dan dibantu oleh desainer, ilustrator, serta layouter untuk menyelesaikannya.
Naskah dapat dikirimkan melalui pos atau diantar langsung ke alamat Penerbit dengan mencantumkan genre tulisan pada amplop.
Detail Tugas Tim Editorial
Editor
       Mencari & menyeleksi naskah/penulis.
       Mengawal naskah mentah hingga menjadi buku.
       Melengkapi data administrasi penerbitan naskah.
       Mencari gambar untuk melengkapi isi buku jika diperlukan.
       Mengoordinasikan kebutuhan ilustrasi dan foto kepada desainer dan ilustrator.
       Bekerja sama dengan layouter untuk rancangan tata letak dan perubahan konten seiring koreksi.
Desainer
       Membantu proses promosi buku.
       Membuat sampul buku yang sesuai dengan isi buku dan menarik perhatian pembaca
       Berkoordinasi dengan editor untuk kebutuhan desain seperti templat naskah, foto, infografis, dsb.
       Membuat alat promosi penerbitan untuk buku seperti flyer, brosur, dan lain-lain.
    Ilustrasi
       Membuat gambar sesuai dengan kebutuhan isi buku
       Gambar harus bagus dan menarik
Layouter
       Menyatukan tulisan dan gambar dalam halaman buku sehingga enak untuk dibaca.
       Berkoordinasi dengan editor untuk setiap koreksi dan perubahan-perubahannya
       Menyiapkan segala kebutuhan berkas-berkas digital yang diperlukan oleh bagian percetakan

menulis merupakan ekspresi Oleh karena itu, sangat penting agar memiliki tempat mencurahkan segala kegelisahan atau apapun bentuknya. menemukan menulis adalah sarana yang tepat buat kualitas tulisan tidak perduli  dengan ragam atau apa yang menjadi trend di masyarakat. Pokoknya menulis. Menulis adalah kebutuhan.. Demikian hal itu terus berjalan hingga jika tidak dilakukan seperti ada sesuatu yang hilang. Semangat berbagi yang menyebabkan berani berbagi menulis apa adanya  menulis terkait pelajaran, beragam kegiatan berupa proposal, liputan kegiatan yang harus dituliskan di majalah, dan menulis buku harian. Begitu setiap saat diisi oleh menulis. Hingga sampai suatu hari, tulisan-tulisan itu mulai dilirik orang-orang terdekat, yang dalam hal ini teman-teman guru. Satu dua teman berkomentar bahwa tulisannya bagus.
merupakan pelajaran seorang dewasa (guru) dari anak-anak "cerdas" yang menjadi siswanya. Oleh karena tulisan itu beragam kejadian, beragam waktu, dan dari beragam tokoh, maka menuliskan judul buku tersebut, "Menghimpun yang Berserak." Sebuah usaha untuk mengumpulkan segenap mutiara yang berserakan dalam kehidupan yang sangat bermanfaat buat orang lain (pembaca). : kebetulan menjadi penanggung jawab penerbitan buku di sekolah menyisipkan karya pribadi, selain karya bersama (berlima) menulis dan berupaya buku mata pelajaran. diinterview terkait dua bagian buku. Pertama, buku bersama yakni buku mata pelajaran. Kedua, buku pribadi, "Menghimpun yang Berserak." Dalam kesempatan interview itulah saya banyak mendapatkan pengetahuan terkait tips dan trik menerbitkan buku. banyak mendapatkan pelajaran menyangkut hal-hal yang tadinya tidak di pikirkan. Pelajaran atau informasi itu awalnya, membuat kita tidak nyaman karena menabrak prinsip  penerbit. Namun bagi penulis bukan sesuatu karena tidak berpikir tentang royalti.


 Sudiarto Pandis, S.Pd

SDN Inpres Dodung Banggai Laut Sulawesi Tengah

Jumat, 01 Mei 2020

MOTIVASI MENULIS SETIAP HARI DAN MENERBITKAN BUKU




Oleh : Sudiarto Pandis, S.Pd

Assalaamualaikum bapak Ibu sekalian. Saya berterimakasih kepada Omjay  yang telah berbaik hati mengajak saya ambil bagian dalam program pelatihan ini. Saya juga berterimakasih kepada bapak ibu guru sekalian karena berkenan untuk menyimak topik yang akan saya bawakan.

Nama saya Dadang Kadarusman Ayah saya seorang guru sekolah dasar. Ketika saya masih kecil, beliau sering membawakan buku2 bacaan. Dari situ saya jadi suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil saya sudah menulis. Sampai hari ini, alhamdulillah Allah kasih saya kekuatan untuk terus menulis Dalam forum ini mungkin saya hanya bisa membawakan materi sedikit saja karena adanya keterbatan ilmu saya dan hal-hal lainnya. Namun semoga yang sedikit ini bisa menjadi tambahan referensi bagi bapak ibu yang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya.
 Jika bapak dan ibu ingin mengenal saya lebih lanjut silakan kunjungi website saya www.dadangkadarusman.com
Bapak ibu ijinkan saya untuk mengkombinasikan antara menulis dengan pesan suara ya
Berikut ini narasi untuk ‘voice massage nomor 2’
“Mungkin bapak Ibu bertanya, kenapa kita perlu menulis setiap hari? Seperti kata pepatah “Alah Bisa, Karena Biasa.” Jadi, orang yang terbiasa melakukan sesuatu akan mahir dalam melakukannya kan ya. Contoh, Ibu dan bapak guru kan suka menasihati anak didiknya agar membiasakan diri untuk melakukan sesuatu. Tujuannya apa? Untuk membuat anak didik itu mahir melakukannya. Demikian pula halnya dengan menulis. Jika kita melakukannya setiap hari, maka kita akan menjadi mahir menulis.
Contoh lain. Bapak Ibu ini kan jago banget kalau bicara didepan kelas. Banyak pula professor di kampus yang hebat dalam memberi kuliah. Tapi, ketika diminta untuk membuat sebuah karya tulis; jadi gelagapan. Padahal temanya adalah bidang yang dikuasainya dan biasa diajarkan kepada anak didiknya. Kenapa nggak bisa? Karena, para guru terbiasa bicara. SETIAP HARI BICARA. Namun, tidak terbiasa MENULIS. Makanya, kita perlu SETIAP HARI MENULIS. Agar kelak kita jadi terampil menuangkan gagasan bukan hanya melalui lisan saja. Melainkan juga dalam bentuk tulisan.
Tema kita kali ini adalah tentang MENULIS SETIAP HARI dan MENERBITKAN BUKU ya, Saya tanya, cara apa yang tidak Anda ketahui itu?
Saya tidak tahu apakah hal itu juga dihadapi oleh bapak ibu di forum ini, Ya cara menerbitkan buku, jawabnya.
Apa itu yang harus diperbaiki?
Pikiran dia tentang "Cara Menerbitkan buku." Tapi dari dialog sederhana itu kemudian saya melihat ada 1 aspek yang perlu diperbaiki pada orang yang ingin mempunyai hasil karya berupa buku.

 Perbedaan penerbil masa lalu dan masa sekarang
Bapak Ibu ketahuilah bahwa hari ini, menerbitkan buku itu sangat mudah sekali.
Beda dengan 20 tahun lalu ketika saya pertaman kali ingin menerbitkan buku. Ditolak penerbit itu biasa sekali. Sekarang tantangan terbesar kita BUKAN pada menerbitkan bukunya. Melainkan pada MENULIS SETIAP HARI.
Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Kita, tidak perlu mendatangi penerbit lagi mereka yang datang kepada kita. Buku-buku saya pada umumnya adalah hasil dari penerbit datang dan menwarkan untuk menerbitkan naskahnya, Kan enak ya kalau begitu nantinya tinggal bapak ibu aja mau enerbitkannya atau tidak.
pembahasan kita kali ini akan saya fokuskan kepada cara menulis setiap harinya. Sebab saya percaya bahwa, penerbit akan mendatangi Anda jika skill menulis Anda sudah sesuai dengan yang mereka cari Jadi pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah. Gampang banget. Lalu bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari?
Apa itu WHY
Sekarang, saya akan membahas tetang 'WHY' -nya terlebih dahulu.
Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari. Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Jadi, nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan. dan itu terjadi secara refleks saja begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang mau mendengarnya padahal, belum tentu ada yang mau dengan kan?  Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. yaitu, selembar kertas dengan pena kalau dulu  kalau sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana  Yang ketiga.   menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat  kesimpulannya, kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari  Kalau saya pribadi, 1 hari 1 artikel Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya
Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis ibu bapak yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata Maka bagi saya, ukurannya adalah "1 Artikel" Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya


Tantangan bagi penulis pemula
Hal itu membuat penulis pemula kesulitan kenapa ? Karena bukan hal yang mudah untuk menuanggkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan. Oya, kenapa saya pakai kata KALAU?Karen , belum tentu ada orang yang membaca artikel itu Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca Nah, ini penting bapak ibu. Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak  kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif, tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif, yang penting menulis saja dulu.  membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHATnya  WHAT makes you write something? Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis?  Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan

menulis BUKAN untuk uang
Bapak ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. boleh saja. tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?
Contoh. Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang?
Ada. Dulu, saya pernah berada di level itu. Saya menulis untuk mendapatkan uang, karena saya butuh untuk biasa sekolah.
Apakah saya berhasil? Lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan Saat itulah kemudian saya sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadi saya.

Menulis ingin berbagi pengetahuan
Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat saya; paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita.
Bapak ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. boleh saja. tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok , buat kita dulu ketika saya menulis karena uang, kadang saya kecewa karena penerbit menolak. Seperti diremehkan oleh mereka deh rasanya  Kita juga bisa kecewa jika bayarannya ternyata tidak seperti yang kita harapkan.

Pertanyaan  
1. Berapa lama pengalaman bapak mengasah menulis hingga akhirnya dipercaya oleh penerbit seperti sekarang ini?
2. Sebagai permulaan, Seperti apa strategi dan Tips memilih penerbit yang sesuai dengan buku yang akan kita terbitkan?
Jawaban :  Baik Bu Dwi. Saya mulai menulis sejak SD, aktif sekali SMP sampai ikut lomba-lomba. Berarti sudah sekitar 40 tahun menulis.
1. Kapan mulai dipercaya oleh penerbit? Sekitar 10 tahun lalu. Jadi butuh 30 tahun perjalanan terlebih dahulu. Tapi, ada tapinya. Kondisi saya dulu beda dengan sekarang. Dulu, penerbit hanya sedikit. Dan mereka punya bargaining power yang sangat tinggi. Maka mereka sulit ditembus. Sekarang, ada Sangat banyak penerbit. bahkan menerbitkan sendiri pun bisa. Sehingga Bu Dwi tidak butuh waktu selama saya untuk diercaya penerbit.
2. Kalau kita masih pemula, sebaiknya tidak usah menerapkan terlalu banyak kriteria penerbit. Karena kita yang masih pemula butuh mereka kan ya. Strateginya paling gampang adalah; Ibu terus ikut kursus menulis seperti ini, lalu bikin naskah sambil konsultasi terus dengan penyelangara. Omjay, misalnya. Saya yakin beliau bisa menghubungkan kita dengan penerbit. Jadi ininya seperti saya jelaskan diawal; Fokus dulu kepada proses mengasah skill menulisnya saja. Lalu biarkan hasil karyawa ibu berseliweran diruang publik. Nanti, bakal seperti bakal jadi seperti lampu yang menarik perhatian para laron.
 Pertanyaaan : Saya Syukri dari padang mau tanya sama bang deka, yang pertama,nulis setiap hari kalau dipaksakan mungkin bisa ya bang. Tapi tentang Themanya apakah harus terstruktur atau bagaimana bang. Yang kedua berapa banyak kah kita harus nulis per hatinya? . Yang ketiga untuk masa berapa lama tulisan trsebut kita kumpulkan?. Makasih atas jawabannya bang deka.🙏
Jawaban : Baik Pak Syukri. Betul pak, kalau dipaksa bisa. Tapi, 'paksaan' adalah sebuah proses yang efektif untuk mendisiplinan seorang pembelajar yang belum memiliki 'refleks menulis' sendiri. Saya misalnya, sudah mulai menulis sejak SD. Tapi menulis setiap harinya barus setelah bekerja dibisa HR. Bahkan bagi yang sudah biasa menulispun butuh dipaksa.
1) Mengenai Thema, dalam tahap belajar; TIDAK USAH KHAWATIR SOAL TEMA dan sistematika penulisan. Pokoknya nulis saja. Tidak usah takut salah. toh ini bukan UN kan? Kalau saya bicara dengan penulis yang sudah pro, saya menuntut mereka hasil karya yang pro. Tapi, bagi pembelajar, yang terpenting adalah; kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya
2. berapa banyak perhari? Targetkan 1 karya tulis. Sepanjang apa? Berapa kata? Bebas. yang penting, karya tulis itu bisa menampung buah pikiran sehingga pembaca mengerti. Contoh,. jika kita ingin menulis dengan tema "PANTANG MENYERAH" misalnya. Tulisan bapak tidak usah 1000 kata. Cukup 2 atau 3 paragraf saja. Lalu, minta orang lain baca. Jika mereka bisa menerima atau mengerti ide yang ingin bapak sampaikan, berarti tulisan itu sudah menjadi 1 artikel. Nanti, panjang dan bobot tulisannya pelan-pelan ditingkatkan
3. Tidak ada standar berapa lama masa pengumpulan. kecuali jika bapak punya kontrak dengan penerbit. Misalnya disepakati dalam 2 bulan naskah harus selesai. Kalau bapak menulis untuk tujuan lain, maka waktunya bisa beda lagi
 Pertanyaan : Nama saya Heni Ekawati, S.Pd, M. Pd, Asal sy dr Aceh,,sy betugas di SLB. B YPAC BANDA ACEH  Saya ingin bertanya pak,,dari mana awalnya sy bercerita yang saya ingin menuliskan tentang kisah Anak Istimewa yaitu Dunia Tanpa Suara....
 Dari kalimat "DUNIA TANPA SUARA" saja sudah mengundang pertanyaan orang.
"Apaan sih maksudnya?"
Saya contohkan ya. Saya akan memulai sebuah tulisan dengan tema itu. nanti bisa ibu lihat bagaimana mengawali tulisannya
Parafraf 1: Hey kamu. Pernahkah kamu membayangkan bagimana seandainya tidak seorang pun bersuara didunia ini. Tentu akan sepi sekali harimu kan? Tapi. bisakah kamu membayangkan seandainya hal itu benar-benar terjadi? Sekarang. Coba pejamkan matamu. Lalu bayangkan. Andai saja tak segencring suara pun tertangkap pendengaranmu.
Tengkyu Om ...
Jawanban :
Sekarang, bisakan Ibu Heni lajutkan?
Silakan bu Heni lanjutkan dengan tulisan sendiri. Dan saya akan melanjutkan dengan tulisan saya
Eh, tapi. menurut kamu. Apakah mungkin telingamu benar-benar tidak bisa mendengat bahkan sekedar bunyi 'ting' pun? Nggak ya. Nggak mungkin kamu nggak dengar bunyi anakku. Tahu kenapa? Karena ketahuilah sayang, bahwa Allah sayang banget sama kamu. Sehingga engkau bisa mendengar berbagai macam suara.
Paragraf 2 tuch.
Bu Heni lanjutkan punyamu ya.
paragraf terakhir saya begini: Nak. Kamu sudah bersyukurkah dengan karunia indah itu? Karena ada loh, di desa sebelah. Seorang gadis yang tidak seberuntung kamu, sayang. Tapi sejak lahir sampai usianya yang menginjak 15 itu, tidak pernah mendengar apapun ditelinganya selain hening semata. Hebbbatnya..., gadis itu tidak pernah mengeluh nak. Tidak pernah pula sekalipun dia bersedih. Pokoknyaaa... a-... aaapa ya. Ehm, ibu...ibu kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kemulian dirinya dibalik heningnya dunianya. Jika kamu tidak keberatan, sayang. Bolehkan Ibu mencari tahu lebih banyak tentangnya dan menceritakan kisah indah tentang gadis itu kepada hari Jumat nanti?
Sudah sampai pesannya nggak dengan 3 paragraf itu?
Minimal ada 1 gagasan yang sudah sampai kepada pembaca. Dan diujung ceritanya, ada 'komitmen' untuk melanjutkan.
Kesimpulan: orang bilang memulai itu sulit sekali. kalau saya bilang: MULAI SAJA SARI SEBUAH KATA yang terlintas dalam pikiran Ibu. Insya Allah. nanti akan mengalir dengan sendirinya. Dan kalau saya, biasanya sebelum menulis bilang begini: Ya Allah, apa yang saya harus tuliskan hari ini? Bimbing saya ya Allah ya.
Pertanyaan : Assalamualaikum Pak Dadang.saya baru tahu adanya Gosh writter itu.tapi saya ingin menerbitkan buku itu klo hasil dari tulisan saya sendiri. yang menjadi hambatan saya selalu ga pede ketika ingin mulai menulis, seakan ide itu hilang.bagaimana caranya supaya tetap semangat untuk bisa menulis dan supaya ide itu ga hilang. Eti Haryati dari Bogor
 Jawaban : Ijinkan saya menambahkan bahwa menggunakan jasa "GHOSTWRITER" itu bukan hal yang buruk ya. Tapi itu cocoknya hanya untuk mereka yang hanya ingin menerbitkan buku. kalau kita kan ingin menjadi penulis terampil, maka itu bukan opsi yang tepat buat kita
 Pertanyaan : Mengenai tidak pede. Itulah sebabnya tadi saya sampaikan bahwa dalam proses latihan menulis, kita tidak perlu terikat dengan target berapa jumlah kata. kan di sekolah dulu ada pelajaran mengarang ya. bu gurunya bilang panjang tulisan minimal 1500 kata. Widiiih, bagi pemula mah pusing banget. Jadi nyantai aja
Jawaban : Dan tadi kita bahas juga tentang,  tidak usah baperan dengan respon orang terhadap kualitas tulisan kita. Kita cuek maksudnya? Bukan. Tapi, kita harus menerima diri sendiri sebagai orang yang baru belajar. Jadi, kalau pun tulisan kita 'tidak laku' ya nggak apa-apa. Kan baru belajar. Latih terus aja. Bikin tulisan terus. Kalau belum berani menunjukkan tulisan itu pada orang lain, biarin aja jadi koleksi pribadi kita. Sambil terus memperbaiki tekniknya. Nanti kalau sudah ada tulisan yang 'layak' dicobain ke orang lain, tunjukkan saja. kalau bisa, pilih orang yang tidak akan bersikap negatif.
Jawaban : Maaf Om DK, dalam menulis sebuah buku apakah kita menentukan judul baru menulis artikel2 yg berkaitan dgn judul atau kita menulis artikel2 dulu baru diberi judul utk menjadi sebuah buku? Agus Purwadi, Ponjong
 Jawaban  : Dulu buku saya yang judulnya "OUTSHINE" diberi judul duluan. Naskahnya ditulis belakangan. Sedangkan buku "KETIKA SEMUT DAN GAJAH BEKERJA" ditulis naskahnya duluan. Jadi, tidak ada keharusan menulis judul dulu atau naskah duluan.
Kesimpulan:
Menulis itu buat diri kita sendiri. Bukan buat orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga mendapat yang terbaik dari kita berikan. Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan kita; kita menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri itu. teruslah menulis. Karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.
Banyak orang tidak pede saat mau menuangkan gagasan lewat tulisan. Saya bilang, hey boleh jadi seseorang sedang menanti buah pikiran mu untuk dibacanya dengan penuh kekaguman.
Menulislah tanpa ada beban, semakin banyak kita membaca semakin banyak kosakata yang terlintas dalam pikirin kita untuk menjadi pemberi yang tak perna berharap untuk dibaca namun dengan menuliskan telah menjadi penamda sejarah perjalan yang tidak hanya lewat sebuah certa tanpa teks yang akan hilang ditelan masa. Untuk itu tuliskan sejarah itu agar mereka mengingat mu serta mengetahui apa yang telah terjadi pada dimasa itu (zaman).

Sudiarto Pandis, S.Pd
SDN Inpres Dodung Banggai Laut Sulawesi Tengah



SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020

SEKOLAH TAHUN AJAR BARU PADA BULAN JULI 2020 Oleh : Sudiarto Pandis Kebijakan pemerintah tentang tahun ajar baru tetap pada bulan juli 2...